Cari Berita

Newsletter image

Berlangganan Newsletter

Bergabung dengan pembaca lainnya untuk mendapatkan notifikasi berita terbaru.

Kami tidak mengirim spam!

Kebijakan Privasi

Kami menggunakan cookie untuk memastikan pengalaman terbaik di situs kami.

Ribuan Jemaah Padati Pesantren Darut Tauhid Genggong dalam Peringatan Haul ke-6 Sunan Genggong

PROBOLINGGO — Halaman Pesantren Darut Tauhid, Pondok Pesantren Zainul Hasan Genggong, Pajarakan, Probolinggo, dipadati oleh ribuan jemaah, alumni, santri, serta para tokoh dan ulama pada Jumat (14/8/2026) yang bertepatan dengan 1 Rabiul Awal 1448 H. Kepadatan tersebut terjadi dalam rangka dilaksanakannya Peringatan Haul ke-6 wafatnya Hadratus Syekh Al-Arif Billah KH Moh Hasan Syaiful Islam, atau yang akrab dikenal masyarakat luas sebagai Sunan Genggong.

​Berdasarkan keterangan yang disampaikan oleh Ra Yahya—orang dekat almarhum yang juga menjabat sebagai Sekretaris Jenderal DPP Naqobah Ansab Auliya Tus'ah (NAAT) Periode 2020–2025—sosok almarhum dikenang sebagai figur ulama besar yang memiliki kontribusi spiritual dan sosial yang sangat mendalam. Selain pengabdian beliau di pesantren, almarhum juga tercatat pernah mengemban amanah sebagai Rois Syuriah DPP NAAT Periode 2020–2025.

​Rangkaian khidmat acara tersebut diawali dengan pembacaan tawassul yang dipimpin oleh Nun Aka. Suasana religius semakin terasa kekhusyukannya saat ayat-ayat suci Al-Qur'an dilantunkan melalui pembacaan Nafiri Kalam Ilahi oleh santri Pesantren Darut Tauhid. Setelah itu, kekhusyukan jemaah dilanjutkan dengan pembacaan istighosah dan tahlil bersama yang ditujukan untuk almarhum.

​Dalam susunan acara berikutnya, sambutan atas nama keluarga besar disampaikan oleh Nun Boy, adik bungsu dari almarhum. Rangkaian peringatan kemudian dilanjutkan dengan pembacaan manaqib yang dibawakan oleh Non Alex, putra almarhum yang saat ini meneruskan perjuangan sang ayah sebagai Rois Syuriah DPP NAAT Periode 2025–2030. Pembacaan manaqib tersebut disimak secara khidmat oleh seluruh hadirin untuk meneladani rekam jejak perjuangan serta keilmuan Sunan Genggong.

​Perjalanan hidup dan perjuangan dakwah KH Moh Hasan Syaiful Islam kemudian ditampilkan kembali kepada para jemaah melalui pemutaran penayangan kisah Sunan Genggong. Suasana haru dan syahdu kian melingkupi lokasi acara saat pembacaan nasyid dilantunkan oleh Non Adil.

​Memasuki acara inti, tausiyah dan ceramah agama disampaikan oleh KH Nur Hasan dari Malang. Dalam ceramahnya, keteladanan, akhlak, serta dedikasi almarhum dalam menyiarkan agama Islam digambarkan sebagai warisan berharga yang harus terus dijaga oleh para santri dan masyarakat. Seluruh rangkaian peringatan haul ke-6 ini kemudian diakhiri dengan pembacaan doa bersama.

​Disampaikan oleh Ra Yahya, tingginya antusiasme jemaah yang hadir dari berbagai daerah ini menjadi bukti nyata betapa sosok almarhum Sunan Genggong senantiasa dicintai dan dirindukan petuah spiritualnya oleh umat. (Bakorda)

Artikel Sebelumnya
Resmi Dilantik, Dewan Pengurus Cabang NAAT Wilayah Banjar Ba...